Tampilkan postingan dengan label Ngasak Padi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngasak Padi. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juni 2017

Manfaat Beras Organik

Beras organik merupakan beras yang dihasilkan melalui proses-proses organis yang ditanam dan disemai di tanah yang ramah lingkungan, 100% tidak menggunakan pestisida kimia dari awal penanaman sampai pada proses pengolahan menjadi beras yang siap dikomsumsi.Penanamannya menggunakan kompos dan pupuk hijauan, maupun Pupuk Bio Hayati serta pemberantasan hama menggunakan pestisida alami yang dihasilkan dari daun-daunan dan buah-buahan yang difermentasikan secara alami. Proses organis itu sendiri akan dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan tentu hal ini yang menjadikan harganya lebih mahal dibandingkan dengan beras non organik.

Keunggulan Beras Organik


Secara klinis Beras Organik mengandungan nutrisi dan mineral yang tinggi. Struktur glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai dan dicerna sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabetes. Beras Organik juga mencegah kanker karena tidak mengandung zat-zat kimia yang memicu sel-sel kanker dalam tubuh. Jika beras organik di konsumsi secara rutin akan membantu penderita diabetes mengontrol kadar gula, jantung, asam urat darah tinggi dan juga vertigo.

Beras organik memiliki rasa dan aroma yang cukup menggugah selera sehingga tidak heran jika harganya cukup mahal jika, dibandingkan dengan beras biasa. Pada beras biasa yang banyak beredar, beras-beras tersebut mengandung banyak sekali zat berbahaya akibat penggunaan pestisida serta zat kimia lainnya. Penggunaan zat kimia juga pestisida tersebut juga buruk bagi kesuburan tanah hingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Adapun keunggulan beras organik dibandingkan dengan jenis beras biasa adalah :

  • Bebas dari pengawet juga pemutih
  • Bebas dari pupuk kimia juga penggunaan pestisida
  • Diuji oleh badan sertifikat uji mutu
  • Dapat memperpanjang tubuh
  • Terhindar dari banyak ragam penyakit
  • Kaya akan serat
  • Nasi lebih pulen dengan aroma yang wangi dibandingkan dengan jenis beras yang biasa
  • Mencegah kolesterol
  • Terbebas dari produk rekayasa genetika
  • Membuat tubuh lebih sehat

Beras organik serta beragam jenis pangan organik sekarang tengah banyak digalakkan pada masyarakat. Hal ini merupakan salah satu solusi sehat yang dapat menyehatkan manusia. Dengan cara menghindarkan kita dari ragam bahaya penyakit akibat penggunaan bahan kimia serta pestisida yang terkandung pada banyak jenis makanan termasuk di dalamnya beras. Yuk, budayakan mengkonsumsi beras yang aman bagi keluarga, salam dari Wong Tani.

Kamis, 08 Juni 2017

Semangat Hidup Bekerja Mbah Warti

Mbah Warti, nama panggilan kecil yang biasa di pakai masyarakat Gagaan untuk memanggil namanya. Setelah sekian lama tidak ketemu sempat ragu apakah benar itu mbah Warti, oh.. ternyata benar langsung saja saya samperin dan sapa mbah Warti dan untungnya beliau juga masih mengenali saya. 

Saya percaya pertemuan-pertemuan seperti ini bukanlah suatu kebetulan saja dan saya ngeeh (sadar) begitu malunya ketika melihat sosok mbah Warti yang sudah berumur 80an masih giat bekerja. Lalu bagaimana dengan yang muda-muda ini...?? Satu tamparan yang cukup-cukup mengganggu pikiran saya sampai sekarang. Mbah Warti biasa setiap kali musim panen seperti ini, siang hari mengais-ngais sisa-sisa padi hasil panen pagi dan sore hari biasanya berjualan ikan air tawar hasil orang memancing. Melihat kondisi fisiknya mungkin boleh di kata sudah lanjut usia namun semangatnya luar biasa.

Bagi saya contoh hidup seseorang masing-masing memiliki arti dan makna berbeda, cara berpikir, perilaku, kemauan seseorang 'kerja keras' menjadi salah satu teladan ilmu yang patut di tiru kalau boleh juga ditularkan ke orang lain, hehe.. Intinya adalah setiap tindakan dan keputusan yang sudah di ambil sudah jauh-jauh dipikirkan dampak dan akibatnya. Kembali lagi ke topik utama, kebiasaan mbah Warti mungkin bisa di bilang biasa-biasa saja dan bukan sesuatu berlebihan, karena umumnya juga para ibu-ibu  buruh tani juga melakukan hal yang sama 'ngasak padi'. Kelihatan sederhana dan gampang tetapi untuk mendapatkan 3 sampai 5 kilo sehari gabah padi hasil ngasak bukan urusan mudah.

Yuk, buat teman-teman semuanya mari kita bersama-sama; belajar mandiri, belajar menghargai waktu, dan belajar mendisiplin diri. Tidak membuang kesempatan dan berlatih diri mengenali lingkungan sekitar kita. Jangan jenuh-jenuh belajar ya.. :) sekian dan salam dari Wong Tani.